sang anak ikan

berbagi pakan berbagi ceria

Jumat, 27 Agustus 2010

halang rintang itu ternyata tak setinggi yang aku kira (dulu)

problem solving

kita sering mengeluhkan
'duh, lagi ada masalah ni.'
'pusing, masalah ini kok rumit bnget!'
'aku sudah ga mampu lagi memecahkan masalah ini, aku nyerah!'

umm, sbenernya apa sih definisi masalah itu sendiri?

........

arah kakiku sejenak terhenti pada satu tempat yang sejak lama ingin aku kunjungi
taman bermain
taman kanak-kanak, dimana selama setahun aku habiskan waktuku disini
21 tahun yang lalu

ada banyak mainan di taman ini
jungkat-jungkit, perosotan, halang rintang, dan masih banyak lagi yang lainnya
permainan favoritku dulu, sebuah halang rintang berupa besi-besi yang tersusun membentuk kubus
aku suka permainan ini karena ga perlu rebutan sama temen2 yang lain
dan lagian ga banyak anak yg suka permainan ini

aku yang dulu suka sekali memanjat
memanjat hingga besi rintang tertinggi
yang sontak membuat bu sum, kepala tk arhanud itu berhamburan keluar
menyuruhku untuk segera turun
karena tinggi besi yang ku panjat hampir 5 kali tinggi badanku ;p
hehe

halang rintang yang sangat tinggi bagiku, saat itu
dan sekarang
tak ubahnya besi yang tersusun biasa
hanya cukup jinjit, dan aku sekarang bisa menyentuh puncaknya

lalu apa hubungan permainan halang rintang dengan 'masalah'?

masalah, sebenarnya merupakan variabel tetap,
sebuah bilangan konstanta
sudut pandang kitalah yang membuat kadar masalah itu berbeda-beda
sama seperti permainan halang rintang kegemaranku dulu
aku yang dulu dengan aku yang sekarang ternyata memiliki persepsi beda akan permainan ini

kesimpulannya..
ketika kita merasa masalah yang sedang kita hadapi begitu berat
berhentilah sebentar
tenangkan pikiran, relaksasi
lalu cari sudut pandang lain dalam memandang masalah tersebut
karena memang ada banyak sudut dalam memandang suatu masalah
ketika kita kalut, kita tak bergeming dari sudut tersulit
dan terlupa, bahwa ada sudut yang lainnya
sudut termudah

carilah sudut tersebut dengan mata hati dan pikiran yang tenang
nah, dari situ kita akan menyadari
bahwa masalah yang sedang kita hadapi ini tidak ada apa-apanya
hanya perlu jinjit, dan kita bisa menyentuh puncaknya

Sabtu, 21 Agustus 2010

let it be

And when the broken hearted people
Living in the world agree,There will be an answer, let it be.
For though they may be parted there is
Still a chance that they will see
There will be an answer, let it be.

...

mp3 itu berputar puluhan kali dari laptopku
entah, kalo yang nyanyi penyanyinya beneran mungkin saja sudah protes
bosen lagunya itu itu mulu

aku sedang bertranformasi dalam lirik yang diciptakan puluhan tahun silam
oleh sang legendaris
jadi biarkan aku untuk merenung sejenak
bahkan seorang pelawak juga manusia, bukan?

berapa kali kita melewati masa
pernah terpikirkah
apa yang telah kuperbuat
apa yang telah kuhasilkan
perjalanan hura-hura yang hilang tanpa bekas
dan saat tersadar, oh sudah di era ini aku kini
bukan lagi zamannya kuda gigit besi

lirik mas lennon ini (bole kan aku manggil mas, biar akrab) mengajarkan hal yang standar tapi krusial
dimana ketika kita terpuruk, berada pada kondisi terburuk
biarkan saja
biarkan mengalir
there will be an answer, let it be

kenapa let it be?
let it be, bukan berarti kepasrahan tanpa usaha tentunya
let it be, merupakan tawakal yang keniscayaan
sidikit nyelekit, karena yang aku tau maksut dari lagu ini bukan 'let it be' yang ku jabarkan
ga apalah, sekali ini kalian nurut sama aku
haha
maaf ya mas lennon ;p

berusahalah mencari celah positif dari gerak negatif yang ada
dan temukan sensasi, resapi dan rasakan
bukankah inti atom itu merupakan proton yang dikelilingi elektron
#ngecek buku kimia jaman sma ;p
keknya sih bener, haha

ya, carilah sang inti
larut pada elektron hanya akan memperburuk keadaan
(kok jadi ngelantur?)
ah, let it be

yah, mp3 nya sudah pada lirik terakhir
let it be, biarkan ia memulainya dari awal lagi
let it be, dengarkan saja dengan hati
let it be.. let it be

tanjung pandan, 20 agustus 2010.
-tepat 26 tahun yang lalu, seorang bayi telah terlahir.. (sempurna)-

Rabu, 18 Agustus 2010

skripsi oh skripsi (nasipmu nak)

kuliah jarak jauh gini yang paling sulit itu dapet informasi yg aptudet
sejak dimutasiin ke belitung
skripsiku makin ga jelas juntrungannya
aku tenang-tenang. eh, ga taunya yang lain pada persiapan ujian kompre
holoh -_-'

untung mayan deket sama ketua jurusan
nanya kapan jadwal ujain kompre
jawaban yg dikasih sampe bikin jantung rasa mo copot
gimana ga, tinggal3 minggu lagi

lah dalah, revisi proposalnya aja lom ditandatangani dosen penelaah
piye toh iki?
rasa kek naek roller coster
jantung mpot-mpotan, kringet bercucuran (halah)

ujung-ujungnya baekin ketua jurusan
haha, lagu lama ;p
minta keringanan
tanggal jadwal nya biar yg diujung-ujung
bu agustina cuman bisa ketawa

'haha, deni ni kalo dah nelpon pasti ada maunya.'
'yah ibu, tulungin napa.'
'ok, ga masalah. tapi bener diselesein sesuai jadwal, selebih dari situ ibu ga bisa bantu lagi.'
'hoaaaaaaa..makasih bu, makasih. semoga makin cantik, murah rejeki, sehat selalu, enteng jodoh, eh ups'
'haha, deni doain ibu poliandri ya?'
'kelepasan bu ;p'


well, tiga minggu yang menegangkan
SMANGAAAAAATTTT...!!!

Sabtu, 14 Agustus 2010

untukmu sahabatku

aku ga habis pikir
knapa masih banyak yg kepikiran sama nasipku
apa aku terlihat begitu payah?

aku baik-baik saja sobat
aku bahkan seratus kali lebih hebat
hanya jarak yang memisahkanku dari rumah
tidak lebih

kurang meyakinkankah ekspresi bahagiaku
hingga masih saja kalian mengkhawatirkan diriku?
aku baik-baik saja sobat
bahkan seribu kali lebih bahagia
disini kusadari, betapa besarnya kalian

ini tawaku
ini senyumku
semua tulus, kawan
dari hatiku yang paling dalam

jadi,
berhentilah bersedih
demi Alloh
zat yang maha agung
aku baik-baik saja

Jumat, 13 Agustus 2010

met puasa

saya, deni kurniawan beserta staff redaksi yang bertugas..mengucapkan :

selamat menunaikan ibadah puasa 1431 H

semoga semua yang telah kita lakukan dinilai pahala dan dilipatgandakan
dan pada akhirnya kita semua mendapatkan gelar taqwa, aminn


taqoballohu wa minkum

Kamis, 12 Agustus 2010

saatnya berpetualang

berlayar ke pulau lengkuas, belitung
tujuan : snorkeling

Selasa, 03 Agustus 2010

adaptasi

well,..
betul, belum ada dua minggu aku berada di pulau belitung ini
belum bisa dijadiin acuan, apakah kota tanjung pandan membosankan ato ga buatku!
apakah aku kerasan dikota seribu pelangi.. (katanya) ini?

sejauh ini
walau beda daratan kaki ini berpijak dari kota kelahiran
akunya malah berasa masih berada di palembang, tapi pinggirannya #kotanya sepi sih ;p
apa karena masih baru?
umm, ga juga..bukankah pas baru-baru ini masanya penyesuaian
yg katanya susah, sering kepikiran kampung halaman

paling, kangennya sama umak
#ok, mo ngatain aku anak mama silakan.. aku pasrah!
mo gimana lagi, 26 tahun ga pernah pisah
bisa dibilang telat juga nih umur segini baru merantau
yah, ambil positifnya aku disini..progres pendewasaan berproses sedikit signifikan
haha, tau deh.. mudah-mudahan bener

#ambil hape, telpon umak dulu aaa >_<