
ada sebuah ungkapan yang dibenarkan oleh banyak orang, bahkan mungkin juga anda
'jalani hidup mengalir seperti air.'
sekilas tampak tidak ada yang salah dari ungkapan ini
tapi, waktu jaman sekolah dulu, guru fisikaku pernah ngomong
'air hanya mengalir dari tempat yang tinggi menuju tempat yang lebih rendah.'
yaa, kurang lebih gitulah bahasanya.
balik lagi ke ungkapan 'let it flow like water'
orang yang hari esok lebih rendah dari hari ini atau kemarin adalah orang yang celaka.
nah loh, ga maukan jadi orang yang celaka. kalo aku sih ga mau, tau deh kalo kamu gimana?
karena hanya air yang dekat permukaan saja yang bermanfaat, sisanya hanya kelompok pengembira.
masalahnya, bagaimana supaya airnya mengalir ke atas?
oke ini emang masalah, kalian boleh masing-masing berteori atau berpendapat.
tapi dari pemikiranku yang sederhana, ada dua cara supaya air bisa naik ke atas :
1. menunggu orang menurunkan timbanya
2. memompa air
kamu mo pilih yang mana?
kalo masih waras sih, aku yakin pilihannya pasti nomer dua,
masalah berikutnya, pompanya apa? dan dimana?
pompanya itu ada pada diri kita sendiri, yaitu cita-cita.
pompa semangatmu untuk sukses dengan cita-cita.
tapi hanya dengan pompa, air akan naik tapi muncrat kemana-mana
yang kita perlukan berikutnya adalah pipa untuk mengalirkan air kita.
pipanya adalah usaha.
cita-cita tanpa usaha hanyalah bualan omong kosong.
terakhir, kita butuh wadah untuk menampung.
doa dan tawakal adalah sebaik-sebaiknya wadah.
wollohualam bishowab

